Sejarah Pulau Beringin

Pulau Beringin adalah nama sebuah kecamatan di Kabupaten OKU Selatan, Sumatera Selatan. Selain nama Kecamatan, Pulau Beringin juga merupakan nama desa sebagai ibukota Kecamatan Pulau Beringin.  Wilayah ini berjarak lebih kurang 334 Km dari Kota Palembang, Ibukota Sumatera Selatan atau sekitar 68 km dari kota Muaradua, ibukota Kabupaten OKU Selatan. Daerah yang memiliki ketinggian 600 – 1500m dpl ini dapat ditempuh dengan perjalanan sekira 1,5 jam dari kota Muaradua. Mata pencaharian masyarakat setempat umumnya bertani. Tanaman kopi merupakan komuditas terpenting bagi penduduk yang dihuni mayoritas suku Semende ini. Pada masa pemerintahan marga (merege), Pulau Beringin merupakan ibukota Marga Mekakau Ulu, Kabupaten OKU (Baturaja). Jauh sebelumnya, daerah ini dikenal dengan sebutan “Mekakau” yang diambil dari nama sungai dan nama marga tersebut yang terbentuk (didirikan) oleh para pendatang dari Semende Darat . Kata “Mekakau” ini juga sering digandengkan dengan sebutan “Semende Mekakau” untuk menyebut kesatuan budaya dan daerah di bilangan marga Mekakau Ulu dan sekitarnya (eks marga Mekakau Ilir,  Sindang Danau dan marga Sungai Are). (Baca: Sejarah Tanah Semende Mekakau (Asal Mule Bedame Semende Mekakau) penerbit Laskar Adat Semende, penulis: Kang Fekri Juliansyah, 2008). Oleh karena itu pula di berbagai kesempatan Kecamatan Pulau Beringin dan pemekarannya dipandang sebagai Tanah Semende Mekakau (The Land of  Semende Mekakau), sebagai cikal bakal penduduk di sekitarnya seperti Mekakau Ilir, Muara Sahung , Nasal, dsb)

1 komentar: